KELOMPOK 14

Aprilia Carolina                         201243500393

Retno Sulistiowati                      201243500396

Fani Wahyuri Estu                     201243500450

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga makalah, “Teknologi Informasi” ini dapat diselesaikan.

 

Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam pembelajaran Pengantar Teknologi Informasi. Serta para mahasiswa/i juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak.

 

Adapun penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu :

 

  1. Teman-teman kelas X1E yang turut serta memberikan masukan-masukan.
  2. Bpk. Nahot Frastian S.Kom, selaku pengajar kami dalam mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi.
  3. Orang tua kami yang selalu memberikan motivasi kepada kami dalam menyelesaikan tugas-tugas kami.

 

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.

 

Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para siswa akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam pembelajaran Pengantar Teknologi Infomasi. Dan dengan harapan semoga mahasiswa/i mampu berinovasi dan berkreasi dengan potensi yang dimiliki.

 

Jakarta, 01 November 2012

 

Penulis

–        Aprilia Carollina

–        Fani Wahyuri Estu

–        Retno Sulistiowati

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar

Daftar Isi

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan Teori

 

BAB II

PERANCANGAN & PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

  1. Perancangan Sistem Untuk Teknologi Informasi
  2. Membuat Sistem Dan Membuat Program
  3. Pengembangan Sistem Life Cycle
  4. Ide Ke Algoritma Dan Algoritma Ke Program
  5. Bahasa Pemrograman Dan Metodoligi

 

BAB III

MENCIPTAKAN MASA DEPAN TEKNOLOGI

  1. Sejarah Komputer
  2. Penggolongan Komputer Berdasarkan Generasinya
  3. Menciptakan Masa Depan Teknologi Informasi
  4. Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang

 

Teknologi Informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Karena Teknologi Informasi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan hingga kini terus berkembang tanpa adanya Teknologi Informasi, manusia akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi.

Kini Teknologi Informasi berkembang begitu cepat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa, baik yang sedang berjalan maupun yang dipersiapkan untuk masa yang akan datang harus dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan jangan sampai tergilas oleh roda perkembangan teknologi, sehingga hidup kita menjadi beban bangsa dan negara, tidak mandiri atau bergantung pada pihak lain.

Perkembangan kebutuhan informasi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, khususnya ilmu komputer. Dalam hal ini, komputer memegang peranan yang sangat penting sebagai alat bantu dalam pengolahan data. Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan program aplikasi yang menunjang akan menghemat waktu, biaya, dan tenaga serta memudahkan dalam menghasilkan informasi berkualitas seperti yang dibutuhkan. Kebutuhan akan suatu sistem informasi dewasa ini mencakup hampir di segala ruang lingkup kehidupan. Setiap organisasi sangat membutuhkan informasi yang akurat, cepat, dan relevan. Namun dalam kenyataanya hal tersebut terkadang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan yang hendak dicapai, dikarenakan kurang atau terbatasnya sistem informasi yang digunakan.

Oleh karena hal tersebut penulis ingin memberitahukan bagaimana cara atau langkah-langkah yang baik dalam perancangan dan pengembangan sistem, cara membuat program dan juga menciptakan teknologi informasi. Agar kita lebih memahami dan dapat menjadi penerus yang turut serta dalam pengembangan sistem teknologi informasi.

 

  1. B.   Landasan Teori
    1. 1.     Teknologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi adalah metode ilmiah untuk mendapatkan tujuan praktis atau memecahkan masalah dengan melalui ilmu pengetahuan. Baik berupa keseluruhan sarana dan fasilitas barang yang diperlukan. Teknologi adalah sarana jaringan yang dihubungkan oleh beberapa software (perangkat lunak) penghubung dengan dunia luar, meskipun perangkat dan lawan bicaranya  berada di tempat yang berbeda / jarak jauh. Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa latin texere’’ yang berarti menyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hal yang diinginkan. Jacques Ellul (1967) mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.

Teknologi adalah suatu tubuh dari ilmu pengetahuan dan rekayasa yang dapat diaplikasikan pada perancangan produk dan atau proses atau pada penelitian untuk mendapatkan pengetahuan baru. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

 

  1. 2.     Informasi

Informasi adalah suatu kabar, berita, pemberitahuan dari orang lain yang diterima dari kolega, teman sejawat, saudara sekalipun dari orang yang belum dikenal satu sama lain.  Dapat dikatakan pula informasi adalah hasil pemprosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya.

 

Informasi dapat didefinisikan pula merupakan data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya. Bentuk informasi yang kompleks dan terintegrasi dari hasil pengolahan sebuah database yang akan digunakan untuk proses pengambilan keputusan pada manajemen akan membentuk Sistem Informasi Manajemen. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau mempresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data merupakan suatu sumber yang sangat berguna bagi hampir di semua organisasi. Dengan tersedianya data yang melimpah, maka masalah pengaturan data secara efektif menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pengembangan system informasi manajemen. Pengertian Informasi, definisi informasi, pengertian data, definisi data, data dan system.

 

 

  1. 3.     Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga sering di sebut sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat. Adapun perkembangan computer dari waktu kewaktu.

Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap prosesimasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:

  • Lebih cepat
  • Lebih luas sebarannya, dan
  • Lebih lama penyimpanannya.

Pengertian teknologi informasi telah banyak didefinisikan oleh banyak tokoh. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini pengertian teknologi informasi berdasarkan para tokoh :

 

  1. Pengertian Teknologi Informasi oleh Haag dan Keen

Pada tahun 1996 Haag dan Keen mendefinisikan teknologi informasi sebagai seperangkat alat yang membantun Anda untuk bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Dalam hal ini teknologi informasi dianggap alat yang digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan informasi. Pengolahan informasi yang dihasilkan diproses menggunakan alat-alat tersebut. Alat-alat ini adalah komputer beserta software (perangkat lunak) pendukungnya.

 

  1. Pengertian Teknologi Informasi oleh Martin

Pada tahun 1999 Martin mendefinisikan tentang teknologi informasi yang tidak hanya terbatas pada teknologi computer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi melaikan juga mencangkup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

Dia melihat teknologi informasi tidak hanya sebagai teknologi komputernya saja yang dipergunakan untuk pemrosesan dan penyimpanan data. Pengertiannya lebih luas lagi, karena Martin juga memasukan teknologi komunikasi yang digunakan untuk melakukan pengiriman informasi.

 

  1. Pengertian Teknologi Informasi oleh Mc Keown

Pada tahun 2001 Mc Keown  mendefinisikan teknologi informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah dan untuk menggunakan informasi tersebut dalam segala bentuknya.

 

Cukup jelas bahwa teknologi informasi mencangkup keseluruhan bentuk teknologi yang digunakan untuk memproses informasi. Bentuknya bias bermacam-macam layaknya computer sebagai alat Multimedia. Didukung oleh perangkat lunak (software) yang sesuai dengan pengolahan informasi tersebut.

 

  1. Pengertian Teknologi Informasi oleh Williams dan Sawyer

Pada tahun 2003 Williams dan Sawyer mendefinisikan teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan system komputerisasi dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

William dan Sawyer memberikan pengertian teknologi informasi ini merupakan gabungan computer yang dikaitkan dengan saluran komunikasi dengan kecepatan yang tinggi untuk pengiriman data, baik berupa text (tulisan), audio (suara) maupun video (film). Data dalam bentuk multimedia yang disalurkan oleh penggunaan computer.

Pada tahun 2005 Williams dan Sawyer lebih lengkap lagi memberikan definisi Teknologi Informasi sebagai sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, mengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi.

 

  1. Pengertian Teknologi Informasi oleh Kenneth C. Loudon

Pada tahun 2004 Kenneth C.Loudon mendefinisikan teknologi informasi adalah salah satu alat yang digunakan para manager untuk mengatasi perubahan yang terjadi. Dalam hal ini perubahan yang dimaksud adalah perubahan informasi yang sudah diproses dan dilakukan penyimpanan sebelumnya di dalam komputer.

 

  1. 6.     Pengertian Teknologi Informasi oleh Martin, Brown, DeHayes, Hoffer, dan Perkins

Pada tahun 2005 mereka mendefinisikan teknologi informasi ini merupakan kombinasi teknologi komputer yang terdiri dari perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software) untuk mengolah data dan menyimpan informasi dengan teknologi komunikasi untuk melakukan penyaluran informasi. Disini teknologi komunikasi digunakan sebagai alat penyaluran informasinya, sedangkan informasinya diolah dan disimpan dalam komputer.

Dari beberapa definisi diatas, teknologi informasi mencangkup gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi itu sendiri. Komputer sebagai perangkat keras dengan software-software sebagai perangkat lunak yang berfungsi untuk sarana pengolahan maupun penyimpanan data yang nantinya dikirimkan melalui saluran komunikasi.

 

  1. 4.     Sistem Informasi

Sistem adalah sekumpulan objek yang saling berkaitan dan saling bergantungan secara tetap untuk mencapai sutu tujuan tertentu.

Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis. sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategidari suatu organisasi dan  menyediakan  pihak luar  tertentu dengan laporan­laporan yang diperlukan.

 

  1. 5.     Perancangan Sistem Teknologi Informasi

Pengertian perancangan sistem teknologi infromasi menurut beberapa tokoh :

  • Menurut Verzello / John Reuter III perancangan system teknologi informasi yaitu tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi (menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk).
  • Menurut John Burch & Gary Grudnitski perancangan system teknologi informasi yaitu penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa terhadap suatu system teknologi informasi atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
  • Sedangkan menurut George M.Scott, perancangan system teknologi informasi yaiu tahap yang menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem teknologi informasi , sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun suatu teknologi informasi yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.

Dengan demikian perancangan system teknologi informasi dapat didefinisikan yaitu tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun implementasi teknologi informasi (menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk), dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-konponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem teknologi informasi.

 

  1. 6.     Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem teknologi informasi yang baru untuk menggantikan sistem teknologi informasi yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pengembangan system teknologi informasi dapat diartikan pula strategi yang berfokus dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas yang terdapat dalam teknologi informasi agar dapat mendukung dalam memenuhi kebutuhan informasi dan sistem dari sebuah informasi.

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

 

  1. 7.     Perancangan dan Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Dari beberapa pengertian-pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan dan pengembangan sistem teknologi informasi merupakan suatu analisis yang digunakan untuk merumuskan tujuan dan sasaran serta menentukan strategi pengembangan dan pemanfaatan keunggulan sistem informasi dengan dukungan teknologi informasi dalam waktu jangka panjang.

 

 

BAB II

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

 

  1. A.    PERANCANGAN SISTEM UNTUK TEKNOLOGI INFORMASI

Tahap perancangan sistem teknologi informasi ini yaitu tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem teknologi informasi, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan sistem untuk teknologi informasi, persiapan untuk rancang bangun (implementasi), menggambarkan bagaimana suatu sistem teknologi informasi dapat dibentuk dapat berupa perencanaan, penggambaran, pembuatan skesta atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

 

A.1 Tujuan Perancangan Sistem Teknologi Informasi

Tahap perancangan sistem teknologi informasi mempunyai 2 (dua) tujuan utama yaitu :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai/pengguna sistem teknologi informasi.
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer (programmer) dan ahli-ahli teknik yang terlibat (lebih condong pada desain sistem teknologi informasi yang terinci).

 

A.2 Bentuk Perancangan Sistem Teknologi Informasi

Perancangan sistem teknologi informasi terbagi menjadi 2 (dua) bentuk :

  1. Perancangan sistem teknologi informasi secara umum.

Yaitu perancangan sistem teknologi informasi yang terkonsep, masuk akal, dirancang dengan daya fikir yang luas / secara makro. Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain. Dari proses pengumpulan, analisis dan digambarkan atau didesain secara umum.

  1. Perancangan sistem teknologi informasi secara terinci / phisik.

Yaitu perancangan sistem teknologi informasi yang memberikan gambaran yang jelas atau rancang bangun (desain) yang lengkap kepada programmer. Pada perancangan sistem ini programmer, user dan para ahli teknik ikut terlibat. Tujuan dari desain sistem ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.

 

A.3 Personil Yang Terlibat

Perancangan sistem teknologi informasi seharusnya melibatkan beberapa personil / pihak yang terlibat seperti :

  1. Spesialis Pengendali Sistem Teknologi Informasi
  2. Penjamin Kualitas sistem
  3. Spesialis Komunikasi Data
  4. Pengguna Sistem Teknologi Informasi (User)

 

A.4 Tahap Perancangan Sistem Teknologi Informasi

       Hal – hal atau tahap-tahap yang harus diperhatikan dalam perancangan teknologi informasi yaitu :

 

A.4.1 Perancangan Output

Perancangan output atau keluaran merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena laporan atau keluaran yang dihasilkan harus memudahkan bagi setiap unsur manusia yang membutuhkannya.

Tipe output dapat dibedakan :

  • Eksternal

Tujuan output untuk informasi diluar organisasi pemakai. Contohnya : faktur, check, tanda terima pembayaran, dll.

  • Internal

Tujuan output untuk informasi dilingkungan organisasi pemakai. Contohnya : laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan, dll.

 

Yang harus diperhatikan dalam perancangan output :

  • Tipe output (Eksternal, Internal)
  • Isi output (keterangan atau informasi)
  • Format output (berupa keterangan/narrative, tabel atau grafik)
  • Frekuensi (banyaknya pencetakan dalam periode tertentu)

 

Langkah-langkah Perancangan Output Secara Umum :

  • Menentukan kebutuhan Output dari sistem yang baru
  • Output yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat.
  • Menentukan parameter dari Output (lihat yang harus diperhatikan dalam perancangan Output)

 

A.4.2 Perancangan Input

Tujuan dari Perancangan Input adalah :

  • Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data.
  • Untuk mencapai keakuratan yang tinggi.
  • Untuk menjamin pemasukan data dapat diterima & dimengerti oleh pemakai.

 

Proses Input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu :

  • Data capture / Penangkapan data
  • Data preparation / Penyiapan data
  • Data entry / Pemasukan data

 

Input yang menggunakan alat input tidak langsung mempunyai 3 (tiga) tahapan utama, yaitu data capture, data preparation dan data entry. Sedangkan input yang menggunakan alat input langsung terdiri dari 2 (dua) tahapan utama, yaitu data capture dan data entry.

v Tipe Input

  • Eksternal

Pada tipe ini pemasukan data berasal dari luar organisasi.

Contoh : faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi, dll

  • Internal

Pada tipe ini pemasukan data hasil komunikasi pemakai dengan sistem

Contoh : faktur penjualan, order penjualan, dll

 

Yang perlu diperhatikan dalam Perancangan Input adalah :

v Tipe input

v Fleksibel format

v Kecepatan

v Akurat

v Metode verifikasi

v Mudah dikoreksi

v Keamanan

v Mudah digunakan

v Kompatibel dengan sistem yang lain

v Biaya yang ekonomis

 

Langkah-langkah Perancangan Input Secara Umum :

  • Menentukan kebutuhan Input dari sistem yang baru.
  • Input yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat.
  • Menentukan parameter dari Input.

 

A.4.3 Perancangan Proses Sistem

Tujuan dari Perancangan Proses Sistem yaitu untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan untuk mengawasi proses dari sistem. Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan Sistem Flowchart atau DFD (Data Flow Diangram) dan lain-lain. Prosesnya Real Time, Batch, Online, Offline.

 

A.4.4 Perancangan Database

Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Tipenya dapat berupa : File Master ( Berisi data yang tetap dimana pemrosesan terhadap data hanya pada waktu-waktu tertentu) contohnya : file referensi ( Data yang tetap, dimana pengolahan terhadap data tersebut memerlukan waktu yang lama) dan file dinamik (Data yang ada dalam file berubah tergantung transaksi), File Input / Transaksi (Berisi data masukan yang berupa data transaksi dimana data-data tersebut akan diolah oleh computer ), File Laporan (Berisi informasi yang akan ditampilkan), File Sejarah / Arsip (Berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi disimpan untuk keperluan masa dating), File Backup / Pelindung (Berisi salinan data-data yang masih aktif di database pada suatu waktu tertentu),File Kerja / Temporary File (Berisi data-data hasil pemrosesan yang bersifat sementara), File Library (Berisi program-program aplikasi atau utility program).

  1. Mengakses file : Metode yang menunjukkan bagaimana suatu program komputer akan membaca record-record dari suatu file. File dapat diakses dengan 2 cara, yaitu : Sequential (urut) yaitu Merupakan file dengan organisasi urut dengan pengaksesan urut pula dan Direct / Random (langsung) Merupakan file dengan organisasi acak dengan pengaksesan langsung.
    1. Organisasi File : Pengaturan dari record secara logika didalam file dihubungkan satu dengan yang lainnya.

 

Langkah-langkah Perancangan Database secara umum :

1. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru

2. Menentukan parameter dari file database

 

A.4.5 Perancangan Kontrol

Tujuannya agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki keandalan dalam mencegah kesalahan, kerusakan serta kegagalan proses sistem.

 

A.4.6 Perancangan Jaringan

Langkak-langkahnya yaitu :

  1. Membuat segmen bidang usaha (berdasarkan geografis, departemen, bangunan, lantai, dsb).
  2. Membuat sebuah model LAN
  3. Mengevaluasi LAN untuk menentukan apakah mereka cocok untuk tiap segmen diseluruh usaha
  4. Interkoneksi segmen-segmen jaringan

 

A.4.7  Perancangan Komputer

Harus dapat memperhatikan pengelompokan computer baik Mainframe, Mini Komputer atau Mikro computer.

 

A.4.8 Tekanan – tekanan Perancangan

Perancangan Sistem Informasi harus memperhatikan sejumlah tekanan

desain (forces design) :

1. Integrasi (Integration)

2. Jalur Pemakai / Sistem (User / System Interface)

3. Tekanan Persaingan (Competitive Forces)

4. Kualitas dan kegunaan Informasi (Information Quality and Usability)

5. Kebutuhan-kebutuhan System (Systems Requirements)

6. Kebutuhan-kebutuhan Pengolahan Data (Data Processing Requirements)

7. Faktor-faktor Organisasi (Organizations Factors)

8. Kebutuhan-kebutuhan Biaya Efektifitas (Cost Effectiveness Requirements)

9. Faktor-faktor Manusia (Human Factors)

10. Kebutuhan-Kebutuhan Kelayakan (Feasibility Requirements)

 

  1. B.    MEMBUAT SISTEM DAN MEMBUAT PROGRAM

B.1 Membuat Sistem

Dalam membuat sistem terdapat 7 (tujuh) langkah yang harus diperhatikan, yakni:

1. Perencanaan

Perencanaan adalah membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi. kalau kita ingin membangun rumah maka kita akan melakukan perencanaan bagaimana pondasinya , bagaimana struktur bangunannya, mau memakai material apa saja, apa warna dindingnya, tak ketinggalakan pula merencanakan anggaran budget yang harus kita keluarkan. begitu pula untuk membangun sistem informasi, sistem informasi apa saja, sistem informasi HRD, Logistik, Finance semuanya harus direncanakan. Dalam perencanaan, hampir semua pihak yang terlibat dalam proyek sistem informasi harus diikutsertakan, mulai manajer proyek (Project Manager) , user, calon pengguna sistem informasi, Busines Process Analyst , Sistem Analyst, Programmer sampai Tester.

Ada point-point penting perencanaan yang perlu dibuat dalam membangun sistem informasi :

  1. Feasility study, yaitu membuat studi kelayakan untuk sistem informasi yang akan dibuat, seperti membuat kajian bagaimana proses bisnis akan berjalan dengan sistem baru dan bagaimana pengaruhnya.
  2. Budget, yaitu membuat alokasi dan pengaturan pembiayaan proyek, termasuk biaya perjalanan dan biaya lembur.
  3. Sumber daya, yaitu membuat alokasi sumber daya yang akan dipakai dalam proyek, misalnya jumlah tim, ketersediaan perangkat komputer dan sumber daya yang lain.
  4. Cakupan (Scope) , yaitu menentukan batasan ruang lingkup sistem informasi yang akan dibangun.
  5. Alokasi waktu, yaitu membuat alokasi waktu untuk keseluruhan proyek, setiap langkah, setiap tim, dan masing-masing aktifitas, mulai perencanaan sampai saat sistem informasi go live.

 

2. Analisa

Setelah perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). Analisa adalah menganalisa workflow sistem informasi yang sedang berjalan dan mengindentifikasi apakah workflow telah efisien dan sesuai standar tertentu. Analisa dilakukan oleh Business Processs Analyst (BPA) yang berpengalaman dan/atau memahami workflow sistem manajemen di area yang sedang dianalisa. Analisa biasanya dilakukan dengan beberapa cara :

  1. Ikut terlibat, BPA ikut terlibat langsung dan mengamati workflow yang sedang dijalankan.
  2. Wawancara, BPA melakukan wawancara kepada user yang menjalankan workflow dalam sistem manajemen.

 

3. Desain

Setelah proses analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (design). Desain adalah langkah yang sangat penting dalam siklus SDLC karena langkah ini menentukan fondasi sistem informasi. kesalahan dalam desain dapat menimbulkan hambatan bahkan kegagalan proyek.

Ada 2 jenis desain yang dibuat di langkah ini, yaitu desain proses bisnis dan desain pemrograman.

a)     Desain Proses Bisnis

Seperti halnya analisa, desain proses bisnis juga dikerjakan oleh BPA. BPA akan mendesain kembali semua workflow agar menjadi lebih efisien dan mengintegrasikannya satu sama lain menjadi satu kesatuan. Contoh desain proses bisnis adalah Order to Cash, yaitu mendesain bagaimana workflow dari proses penerimaan order reparasi/service mobil, proses pembagian kerja di tim mekanik hingga proses saat pelanggan melakukan pembayaran di kasir.

b)     Desain Pemrograman

Desain pemrograman dilakukan oleh Sistem Analis (SA) yaitu membuat desain yang diperlukan untuk pemrograman berdasarkan desain proses bisnis yang telah dibuat oleh BPA. desain ini akan menjadi pedoman bagi programmer untuk menulis source code. Desain pemrograman meliputi :

1)     Desain database, Mendesain database merupakan tantangan terbesar dalam membangun sistem informasi, yaitu bagaimana menyimpan data dan bagaimana mendapatkan kembali dengan mudah. tidak sembarangan orang yang mendesain database harus paham, Database Management System (DBMS) , relasi database bagaimana membagi database ke beberapa tabel yang saling berkaitan,  Normalisasi database agar database yang dibangun dalam bentuk normal dan lain sebagainya.

2)     Desain Screen Layout, yaitu tampilan depan layar. desain user-friendly , mudah dipahami, mudah digunakan, navigasi nya jelas. pemilihan warna juga berpengaruh pada nyamannya user menggunakan sistem informasi.

3)     Desain Diagram Proses, yaitu flowchart yang menggambarkan algoritma dan logika suatu program.

4)     Desain Report Layout, yaitu desain laporan yang dihasilkan dari sistem informasi, bagaimana mengatur text saat laporan diprint dsb.

 

4. Pengembangan

Pekerjaan yang dilakukan di tahap pengembangan (development) adalah pemrograman. Pemrograman adalah pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berdasarkan algoritma dan logika tertentu. orangnya disebut Programmer. Dalam menulis program, programmer akan berpedoman pada desain yang dibuat oleh System Analyst, misalnya desain database, screen layout, report layout dan  desain diagram proses. Beberapa saran untuk Programmer :

  1. Buatlah program flow sesederhana mungkn, demikian pula flow logic nya. Hindari trik-trik pemrograman yang tidak perlu. Hal ini paling sering dilakukan programmer pemula. sebuah program dikatakan baik bila dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dan program flow atau flow logicnya dapat dengan mudah dimengerti oleh programmer lainnya dan tidak diukur dari berapa jumlah baris source-code nya.
  2. Hindari penggunaan hard code dalam program, yaitu memasukkan kode-kode tertentu yang bersifat absolut sehingga ketika sistem informasi akan diimplementasikan ke anak perusahaan lain, sistem tersebut menjadi tidak bisa digunakan.
  3. Buatlah dokumentasi untuk setiap program yang terdiri atas dokumentasi dalam source code program dan berupa keterangan tentang flow logic program.
  4. Buatlah standarisasi untuk program, misalnya nama program dan gaya penulisan program.
  5. Buatlah library yang berisi kumpulan source  code , baik function, include, subroutine dan lain-lain yang dapat dipakai ulang.
  6. Biasakan meletekkan source code di flow logic yang sesuai, misalnya perintah untuk mencari data diletakkan di flow logic data retrieval.
  7. Jangan mulai menulis program sebelum program flow dan seluruh flow logic-nya dimengerti.

 

5. Testing

Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan. ketidaksesuaian tersebut dapat berupa penyimpangan dari yang seharusnya(discrepancies) atau kesalahan proses (bug). Discrepancies disebabkan oleh perencanaan, analisa, dan desain yang tidak berjalan dengan baik, sedangkan bug disebabkan oleh pengembangan yang tidak benar. semakin besar dan kompleks sebuah sistem informasi , semakin besar pula kemungkinan memiliki discrepancies dan bug.

6. Implementasi

Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.

Proses Implementasi :

a. Memberitahu user

b. Melatih user

c. Memasang sistem (install system)

d. Entri/Konversi data

e. Siapkan user ID

 

7. Pengoperasian dan Pemeliharaan

Langkah Paling akhir adalah pengoperasian dan pemeliharaan.  selama sistem informasi beroperasi, terdapat beberapa pekerjaa rutin yang perlu dilakukan terhadap sistem informasi, antara lain :

  1. System Maintenance, System Maintenance adalah pemeliharaan sistem informasi, baik dari segi hardware maupun software. System maintenance diperlukan agar sistem informasi dapat beroperasi dengan normal untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
  2. Backup & Recovery, Sistem informasi yang baik harus mempunyai perencanaan backup dan recovery. Sistem informasi yang sedang beroperasi sewaktu-waktu dapat terganggu, misalnya oleh kerusakan perangkat keras (hardware), serangan virus, atau bencana alam. Backup adalah kegiatan membuat duplikat program aplikasi dan database dari production Environtment ke dalam media lain seperti tape dan CD, sedangkan recovery adalah kebalikan dari backup, yaitu mengembalikan program aplikasi dan DBMS sebuah sistem informasi yang rusak ke keadaan semula dengan memakai data dari hasil backup.
  3. Data Archive, Data-data sistem informasi yang tersimpan dalam database di harddisk disebut data on-line. seiring dengan berjalannnya waktu, data tersebut akan terus bertambah sehingga dapat menyebabkan harddisk penuh dan menurunkan kinerja DBMS. Untuk itu dalam jangka waktu tertentu data-data tersebut perlu di-archive. Data Archive adalah proses mengekstraksi data dari database dan menyimpannya di media lain seperti tape dan CD yang disebut data off-line . dan menghapusnya dari hard disk.

 

B.2 Membuat Program

Program memang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat IT. karena segala sesuatu yang dilakukan di dalam IT pastilah memerlukan program. Program yang paling sederhana sekalipun setidaknya memiliki 3 bagian:

  1. Input – Masukan data.
  2. Proses – pemrosesan input.
  3. Output – keluaran program, kebutuhan yang kita harapkan.

Dalam membuat program, pemrograman adalah pokok dari proses pembuatan program itu sendiri namun pemrograman bergantung dari pemahaman persoalan, analisis sistem, perencanaan-perencanaan  dalam mendesain program itu sendiri.

Selain pemrograman hal yang utama harus dilakukan adalah merencanakan langkah-langkah yang harus diambil dalam menyelesaikan masalah. Karena dengan mengetahui masalah dan langkah-langkah penyelesaikan berarti kita sudah menyelesaikan   program   tersebut   sebanyak  50% dari total pekerjaan, selanjutnya

adalah teknis pembuatan itu sendiri yang di kenal dengan pemrograman/koding.Sebaliknya jika kita tidak bisa mengetahui masalah dan belum bisa membuat perencanaan berarti kita sudah merencanakan kegalan itu sendiri.

 

Dalam membuat sebuah program setidaknya ada beberapa hal yang perlu anda lakukan:

  1. Mendefinisikan Masalah/Defining the problem

Masalah/Probem disini adalah kompenan apa saja yang diperlukan agar program ini jalan dikenal dengan masukan/inputnya apa saja, mendefinisikan apa yang nanti akan dilakukan oleh program dan bagaimana keluaran dari program yang kita harapkan nantinya. Pada tahap ini juga dikenal requirement analisis atau analisa kebutuhan.

  1. Perencanaan/Planning/Desain sistem

Pada tahap ini adalah medefinisikan langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh program dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bentuk dari perencanaan itu bisa berupa flowchart ataupun algoritma dari program, sehingga kita akan tahu proses apa saja yang ada dalam program tersebut. semakin detail flowchart  atau algoritma yang dibuat semakin mudah juga pada tahap implementasi/coding nantinya.

Flowchart adalah suatu diagram menggunakan simbol-simbol khusus yang sudah menjadi standard internasional yang berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. sedangkan algoritma kbukan merupakan simbol tapi keterangan-keterangan yang sesuai dengan  keinginan kita, tidak ada standarnya. Oleh karena itu flowchart biasa juga disebut sebagai algoritma dalam bentuk simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan anak panah.

Membuat flowchart terlebih dahulu akan lebih menghemat waktu daripada langsung melakukan coding sambil mencoba-coba. Kegiatan mencoba-coba akan menghabiskan waktu ketika implementasi/koding karena harus merubah koding yang lumayan banyak. Karena itu, biasakan membuat flowchart terlebih dahulu sebelum memecahkan suatu masalah.

 

 

 

  1. Implementasi/Koding/Programming

Kini saatnya anda menulis program, tahap ini juga mencakup tahap perbaikan error dan testing. Menulis program dengan terstruktur dan sesuai dengan flowchart yang telah kita buat.

  1. Dokumentasi/Documentation

Setelah tahap coding selesai, sangat disarankan bagi anda untuk membuat semacam dokumentasi. Tambahkan komentar-komentar pada program anda dan “bukukan” program yang akan anda buat. Hal ini akan bermanfaat jika anda sudah membuat program yang begitu banyak, dan suatu ketika nanti (mungkin bertahun-tahun kemudian) anda ingin mengambil sebagian dari code program anda yang lama untuk disisipkan pada program anda yang baru. Bayangkan jika anda tidak membuat dokumentasi, waktu anda akan sangat terbuang dengan menelusuri program-program lama anda satu-persatu.

  1. Testing
    • Unit Testing, Menguji setiap unit dan modul yang terdapat dalam program tersebut.
    • Integration Testing, Menguji integrasi yang dilakukan kepada program seperti halnya ketika program tersebut sudah diinstall di client kita yang membutuhkan integrasi dengan sisitem yang lain seperti halnya integrasi dengan database.
    • Validation Testing, menguji masukan yang diberikan kepada program. apapun masukannya program harus bisa menyelesaikan dengan baik.
    • Sistem Testing, Pada tahap ini menguji permorfa dari program, apabila program dijalankan dengan kondisi-kondisi tertentu bagaimana?
  2. Operasional dan Maintenance

Pada tahap ini sebenarnya bagaimana program yang telah kita buat dan testing ini bekerja sebagaimana mestinya, update program, menyeselaikan bug yang tidak ditemukan pada saat testing, serta pengembangan yang dapat dilakukan dengan program tersebut.

 

 

  1. C.    PENGEMBANGAN SISTEM LIFE CYCLE

System Development Life Cycle (SDLC), Siklus Hidup Pengembangan Sistem atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :

  1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi.
  2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan.
  3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi.
  4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik.
  5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
  6. Merancang sistem informasi baru.
  7. Membangun sistem informasi baru.
  8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru.
  9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan.

 

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.

Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah :

1)     Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan.

2)     Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem.

3)     Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi.

4)     Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan.

5)     Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat.

6)     Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat.

 

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya. Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.
Contoh Gambar SDLC

 

  1. D.    IDE KE ALGORITMA DAN ALGORITMA KE PROGRAM

Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata  algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan  algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar WalMuqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata  algorism sering dikelirukan dengan  arithmetic, sehingga akhiran  –sm berubah menjadi  –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm

berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

D.1 Ide Ke Algoritma

Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah atu ide-ide untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.

Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil ide yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil ide yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya.

Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah algoritma tersebut.

Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.

Melaksanakan algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah atau ide-ide di dalam algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya. Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam bentuk / ide yang dapat dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus:

1. Mengerti setiap langkah dalam algoritma.

2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.

 

D.2 Algoritma Dengan Program

Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.

Beberapa pakar memberi formula bahwa:

Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)

Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.

 

Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya:

1)     Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.

2)     Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.

3)     Apapun bahasa pemrogramannya,  output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:

  1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
  2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
  3. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer,  pseudocode (yaitu suatu cara penulisan algoritma agar ide dan logika dari algoritma dapat disampaikan/diekspersikan) dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya.
  4. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
  5. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada translasi tersebut, yaitu:
  6. Pendeklarasian variabel, Untuk mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam penggunaan bahasa pemrograman apabila tidak semua bahasa pemrograman membutuhkannya.
  7. Pemilihan tipe data, Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe data.
  8. Pemakaian instruksi-instruksi, Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
  9. Aturan sintaksis, Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
  10. Tampilan hasil, Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika

mengkonversikannya menjadi program.

  1. Cara pengoperasian compiler atau interpreter. Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok compiler atau interpreter.

 

  1. E.    BAHASA PEMROGRAMAN DAN METODOLOGI

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya, pernyataan-pernyataannya, tata cara pengoperasian compiler-nya, dan memanfaatkan pernyataan-pernyataan tersebut untuk membuat program yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja. Sampai saat ini terdapat puluhan bahasa pemrogram, antara lain bahasa rakitan (assembly), Fortran, Cobol, Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog, LISP, PRG, bahasa-bahasa simulasi seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo. Berdasarkan terapannya, bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok besar:

  1. Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran (terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman mesin), Prolog (terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa simulasi, dan sebagainya.
  2. Bahasa perograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah bahasa Pascal, Basic dan C. Tentu saja pembagian ini tidak kaku. Bahasa-bahasa bertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk aplikasi lain. Cobol misalnya, dapat juga digunakan untuk terapan ilmiah, hanya saja kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasabahasa pemrograman yang berbeda dikembangkan untuk bermacam-macam terapan yang berbeda pula.

Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkan atas dua macam:

1)     Bahasa tingkat rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar setiap instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin. CPU mengambil instruksi dari memori, langsung mengerti dan langsung mengerjakan operasinya. Bahasa tingkat rendah bersifat primitif, sangat sederhana, orientasinya lebih dekat ke mesin, dan sulit dipahami manusia. Sedangkan bahasa rakitan dimasukkan ke dalam kelompok ini karena alasan notasi yang dipakai dalam bahasa ini lebih dekat ke mesin, meskipun untuk melaksanakan instruksinya masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa mesin.

2)     Bahasa tingkat tinggi, yang membuat pemrograman lebih mudah dipahami, lebih “manusiawi”, dan berorientasi ke bahasa manusia (bahasa Inggris). Hanya saja, program dalam bahasa tingkat tinggi tidak dapat langsung dilaksanakan oleh komputer. Ia perlu diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang disebut kompilator atau compiler) ke dalam bahasa mesin sebelum akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++, dan sebagainya.

 

Alasan mempelajari Konsep Bahasa Pemrograman :

  • Meningkatan kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide
  • Meningkatan latar belakang untuk memilih bahasa yang sesuai
  • Meningkatan kemampuan untuk belajar bahasa baru
  • Pemahaman yang Lebih baik tentang pentingnya pelaksanaan/implementasi
  • Penggunaan bahasa Lebih baik yang sudah dikenal
  • Secara keseluruhan untuk kemajuan komputasi

 

Kriteria Bahasa Pemrograman :

  • Readability: Mudah untuk dibaca dan dimengerti
  • Writability: Mudah untuk membuat sebuah program
  • Reliability: Kesesuaian dengan spesifikasi/ kehandalannya
  • Cost: Biaya yang terjangkau

 

Metodologi pengembangan (pemrograman terstruktur) program pertama kali diperkenalkan Î Prof E.W Dykstra tahun 1960. Pemrograman terstruktur mengurangi pemakaian instruksi GOTO.

Pemrograman terstruktur memakai metode pengembangan Top-Down. Perancangan program dilakukan secara modular

  • Pengembangan Top-Down

Pengembangan yang dimulai dari langkah yang global lebih dahulu, yang kemudian diperhalus lagi sehingga didapat langkah rinci.

 

  • Modular : Perancangan program dilakukan dalam bentuk modul – modul

Langkah pertama dalam sebagian besar proyek-proyek pengembangan perangkat lunak formal adalah analisis persyaratan, diikuti dengan pengujian untuk menentukan model nilai, pelaksanaan, dan kegagalan penghapusan (debug). Terdapat banyak pendekatan yang berbeda untuk masing-masing tugas. Salah satu pendekatan yang populer untuk analisis kebutuhan adalah Kasus Gunakan analisis.

 

Beberapa manfaat program terstruktur :

n  Dapat menangani program yang  besar dan komplek

n  Dapat menghindari konflik internal team

n  Membagi kerja team berdasarkan modul-modul program yang sudah dirancang

n  kemajuan pengerjaan sistem dapat dimonitor dan dikaji.

 

BAB III

MENCIPTAKAN MASA DEPAN TEKNOLOGI INFORMASI

 

A.      SEJARAH KOMPUTER

Untuk pertama kalinya manusia sudah dihadapkan pada kebutuhan perhitungan dan kebutuhan pada penyimpanan data hasil perhitungan tersebut. Pada zaman dulu orang menghitung dengan jari- jari tangan dan butir-butir pasir yang dikenal dengan metode Calculus. Cara menghitung ini kian waktu kian berkembang kebudayaan manusia. Pada abad-16 Jhon Napier menciptakan alat untuk perkalian, alat ini prinsip kerjanya seperti mistar hitung hanya lebih disempurnakan. Pada tahun 1642 Paskal membuat kalkulator mekanis, pada abad ini juga Samuel Morland dan Leibniz membuatmesin hitungnya.

 

 

 

Mesin kalkulator juga dibuat oleh Thomas Colmar pada tahun1826. Demikian juga oleh Odher pada sekitar tahun 1870, disusul oleh William Seward Burouq pada tahun 1884. Selama 10 tahun Charles Babbage mengembangkan dan menciptakan alat canggih yang disebut dengan: ”ENGINE OF DEFFERENCES” pada abad 19. Alat inilah yang menjadi dasar dari komputer modern. Komputer pertama yang menggunakan mekanis dibuat pada tahun 1937 oleh Howard Aiken dan diproduksi bersama-sama oleh team IBM (INTERNATIONAL BUSINESS MECHANIC CORPORATION) sebagai Harvard Mark I Computer pada tahun 1944. Baru pada tahun1946 dibuat komputer elektronik pertama pada University of Pensyl Vania dengan nama ENIAC (Elektronic Discrate Varisbel Automatic Computer).

 

Kemudian bekerjasama dengan J.Lyamsand Co.Ltd. Memproduksi komputer 1951 dengan nama LEO (LyonElectronic Office). Di Amerika tahun 1948 diproduksi IBM juga sekitar tahun1950 diproduksi komputer UNIVAC (Universal Automatic Computer) oleh Spery Rand Corporation.

 

B.     PENGGOLONGAN KOMPUTER BERDASARKAN GENERASINYA

Pada abad ke-20 dimulailah babak baru dalam dunia komputer (yang semula hanya alat hitung), telah berubah menjadi alat yang super komplit dengan berbagai perkembangan yang terus dilakukan. Bahkan pada akhirnya mungkin komputer dapat menggantikan para pekerja di pabrik, perkebunan bahkan mungkin pembantu rumah tangga.

Babak baru dunia komputer mulai tahun 1940-an sampai sekarang dapat dibagi menjadi 5 (lima) generasi teknologi komputer. Semula komputer pada tahun 1940-an merupakan salah satu persaingan teknologi antara sekutu Amerika Serikat dan Jerman. Untuk memenuhi ambisi mereka dalam persaingan pertempuran, teknologi menjadi salah satu faktor penentunya. Babak perkembangan komputer akan kita bahas sebagai berikut :

 

  1. 1.     Komputer  Generasi Ke-1 (Pertama)

 

Pada tahun 1936 Konrad Zuse menciptakan komputer pertama di dunia yang diberi nama Z1. Mungkin dapat dikatakan pada masa ini adalah masa komputer dinosaurus. Apabila terdapat pertanyaan yang menanyakan “Berapa Umur Komputer Hingga Saat Ini?”, Jawaban yang paling tepat yaitu 76 tahun. Pada masa ini komputer berukuran sebesar ruangan dengan kemampuan komputasi yang sangat lambat. Apabila  Sedangkan yang dapat mengoperasikan komputer jenis ini hanya orang-orang tertentu yang sudah terlatih.

Contoh komputer generasi pertama atau generasi ini adalah ENIAC (Elektronic Numerical Integrator and Computer) yang dibuat dari hasil kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Yang terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor dan 5 Juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160KW. Komputer generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki kode-biner yang berbeda yang disebut “Bahasa Mesin” (Machine Language). Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal ini disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi intruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

 

  1. 2.     Komputer Generasi Ke-2 (Dua)

 

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses dibidang bisnis, diuniversitas, dan dipemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini, seperti mesin printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi dan program.

Walaupun ukurannya berkurang drastis, tapi komputer pada generasi ke dua ini masih berukuran raksasa. Setidaknya masih seukuran dengan almari pakaian kita sekarang ini. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas dikalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom.

Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C.

Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.

Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia.

 

  1. 3.     Generasi Ke-3 (Tiga) – 1965

 

Walaupun transistor dalam banhyak hal mengunguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : Integrated Circuit) ditahun 1958. IC mengombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.

Para Ilmuan kemudian berhasil memasukan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengoordinasi memori komputer.

Pada masa komputer generasi ketiga ini sistem operasi didominasikan oleh UNIX dan Windows. Pada masa ini sudah mulai menggunakan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

 

  1. Generasi Ke-4 (Empat) – Pasca 1980an

 

Komputer pada masa ini sudah berkembang demikian pesatnya. Orang juga dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar informasi walaupun sistem operasi komputernya berbeda, karena kini sistem operasi sudah open system. Untuk mengirimkan file, semudah mengklik sebuah program.

Komputer generasi ke empat ini menggunakan micriprosessor yang lebih kecil dan dapat bekerja lebih cepat. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil.

Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan.

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

 

  1. Generasi Ke-5 (Lima)

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

 

 

  1. C.    MENCIPTAKAN MASA DEPAN TEKNOLOGI INFORMASI

Masa depan teknologi informasi digerakkan oleh dua kecenderungan berikut ini :

  • Pengurangan Biaya secara berangsur dan meningkatkan kemampuan teknologi informasi
  • Menyatukan antara computer dan komunikasi.

 

Keberlangsungan hidup manusia tidak lepas dari fungsi, ruang dan waktu. Waktu yang telah dilewati disebut sebagai masa lalu, sedangkan yang dialami sekarang disebut masa kini, dan yang akan dating dikatakan sebagai masa depan. Untuk memudahkan dalam membangun persepsi durasi, disebutlah satuan waktu, yaitu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Relativitas dan persepsi individu sangat dominan dalam membentuk lama/singkatnya fungsi waktu. Teknologi yang ada saat ini belum dapat mempercepat detik menjadi “Super Detik”, teknologi yang ada baru mampu membuat alat ukur waktu dan membuat alat transportasi yang dapat menyingkat waktu perjalanan. Kaitan teknologi dengan waktu sama seperti  hubungan dengan manusia dengan masa. Semakin lama menjadi fungsinya, mengabdi pada kodratnya, tidak selalu berarti semakin berguna, karena selalu muncul teknologi baru yang lebih canggih dan sekaligus dapat menggantikan teknologi sebelumnya. Tidak demikian halnya dengan informasi, sebagian informasi memiliki sifat keusangan namun ada sebagian lain yang mampu bertahan dan bahkan dibutuhkan sepanjang masa. Bertolak dari pengalaman ini, dalam memproyeksikan informasi yang akan dibutuhkan masyarakat/organisasi di masa depan membutuhkan pemahaman bagi penyedia informasi untuk menentukan jenis informasi apa yang siklus hidup dan manfaatnya berusia singkat, sedang dan jangka panjang. Informasi berusia singkat contohnya, berita-berita di TV ( pencurian, kekerasan, penculikan, pembunuhan ) dan isu-isu atau gossip (artis maupun tokoh pemerintah). Informasi berusia sedang contohnya informasi mengenai rencana pemerintah melakukan pemberantasan korupsi, rencana pembangunan infrastuktur Negara dan menuntaskan masalah pengangguran & kemiskinan, karena informasi tersebut akan terus bergulir ditengah masyarakat hingga pelaksanaan tersebut berlangsung dan terselesaikan. Jenis informasi yang dapat dikelompokkan memiliki usia jangka panjang antara lain seperti informasi pendidikan dan keterampilan, informasi layanan public, informasi tentang ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.

Informasi dapat dipandang sebagai sarana dan sebagai tujuan. Pengertian pertama, informasi dipercaya memiliki kekuatan dan peran yang bila didayagunakan dapat memberik manfaat bagi penggunanya untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Dari teori inilah kemudian muncul berbagai upaya menyediakan informasi, baik isi informasinya, cara menyampaikannya, media untuk menyajikan informasinya, hingga bagaimana mengolah dan memanfaatkannya bagi pembuatan keputusan. Dengan asumsi variabel lain dalam pengambilan keputusan diabaikan, nilai informasi yang dihasilkan dari sebuah system informasi ditentukan dari perbedaan dampak dari keputusan yang ditetapkan menggunakan input informasi dari system informasi dibandingkan dengan tanpa input informasi. Permasalahan umum yang sering dihadapi para eksekutif di organisasi privat dan public, adalah seringkali mereka tidak dapat membedakan apakakah informasi yang digunakan untuk membuat keputusan tersebut berasal dari output system informasi yang ada di organisasinya, atau diperolehnya dari sumber lain. Selain itu, masih kuatnya anggapan diantara eksekutif, bahwa investasi teknologi informasi dan komunikasi yang dikelolanya dalam suatu system informasi lebih merupakan alat kerja pada level operasional, bukan sebagai management supporting.

 

Disatu sisi banyak yang percaya bahwa informasi merupakan sarana terbaik untuk mencapai sasaran organisasi, namun disisi lain, banyak eksekutif yang tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan kemampuan system informasi yang dimilikinya. Persoalannya bias saja terletak pada ketidakmampuan organisasi system informasi menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat atau eksekutif. Mengacu pada teori ekonomi, jika sisi penawaran tidak dapat memenuhi sisi permintaan, maka solusi yang dapat diambil berupa mencari subtitusi. Artinya, investasi teknologi informasi dan komunikasi yang dibangun dalam suatu system informasi menjadi kurang bermanfaat karena pengguna sasaran lebih menyukai alternatif lain dalam memperoleh informasi.

 

Jika semua orang memiliki perilaku positif maka dapat diperkirakan tidak aka nada penyalahgunaan informasi. Atau jika semua orang dapat menggunakan informasi dengan baik, maka semua orang memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya. Persoalannya, tidak semua orang berkarakter posotif dan tidak semua orang mampu menggunakan informasi, hal ini berkenaan dengan substansi atau isi informasi dan dampak yang ditujukan oleh penyedia atau pengguna informasi.

 

Munculnya kesenjangan informasi jika semua orang dapat mengakses dan memperoleh informasi yang diinginkan. Maka semakin besar peluang meningkatnya kesenjangan masyarakat. Persoalannya, tidak semua informasi dapat diperoleh secara gratis. Kesenjangan informasi muncul karena tidak semua orang mampu membeli radio, televisi, computer, berlangganan internet, membeli buku dan lain sebagainya. Sementara mereka yang mampu menyediakan informasi, berpeluang untuk lebih mudah dalam mencapai tujuan hidupnya. Semakin besar kesenjangan informasi, semakin besar pula ketidakefisienan dalam pemanfaatan tersedianya informasi public. Melihat strategisnya posisi informasi bagi peningkatan kesejahtraan, dan keharmonisan dalam tatanan kehidupan masyarakat, banyak pihak pada berbagai tingkatan dari individu, organisasi hingga Negara, yang kemudian menjadikan ketersediaan informasi sebagai tujuan. Konsep pemikiran yang mendasarinya adalah bahwa bila informasi sudah dimiliki maka informasi bagaikan senjata yang dapat disasarkan kemana saja. Banyak permasalahan social yang muncul seperti misalnya informasi menjadi luar biasa banyaknya, sementara tidak semua orang mampu memilah dan memilih informasi yang sesuai diantara jutaan informasi yang dapat diraihnya. Selain itu, adanya anggapan bahwa jika sudah memiliki informasi maka kemudahan akan diperoleh, ternyata tidak selalu benar, dalam banyak kasus, orang tidak mampu memanfaatkan informasi yang sudah dimilikinya. Memahami permasalahan social berkaitan dengan akses dan pemanfaatan informasi merupakan syarat pertama sebelum membangun sarana dan prasarana teknologi informasi. Kesalahan yang bayak dilakukan pemerintah diberbagai Negara, dalam membangun sarana dan prasarana teknologi informasi lebih berorientasi pada penawaran. Pendekatan ini, beranggapan bahwa apa saja yang disediakan pemerintah pasti akan bermanfaat bagi masyarakat. Perkembangan zaman dan perubahan tata social masyarakat menunjukan bahwa pemerintah tidak selalu benar dalam menyediakan layanan publik.

 

Berbagai hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan masa depan teknologi yaitu memperkirakan kebutuhan teknologi informasi agar dapat menyediakannya dan mempersiapkan kebijakan public agar masyarakat dapat secara optimal menyediakan dan sekaligus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Konsep pemikiran untuk yang pertama dilandasi oleh kenyataan bahwa Negara kita bukan Negara dominan dalam menghasilkan teknologi informasi melainkan lebih sebagi pengguna, sehingga tantangannya adalah kemampuan untuk melihat apa saja yang sedang dikerjakan oleh penghasil teknologi informasi. Membandingkan apakah teknologi masa depan akan sesuai dengan kondisi social masyarakat pada umumnya dan memberikan dampak positif ketika digunakan. Selain itu, yang juga menjadi tantangan adalah bagaimana agar dapat menyediakannya, berapa banyak yang harus disediakan, siapa saja yang harus dibantu untuk memperoleh dan dapat menggunakan sarana dan prasarana teknologi informasi.

 

Negara kita memiliki masyarakat modern hingga yang masih hidup dalam suasana primitive. Karakteristik social semacam ini, berdampak pula terhadap kebutuhan informasi. Bagi masyarakat yang tinggal didaerah urban dengan latar belakang pendidikan tinggi dan kondisi ekonomi yang cukup atau tergolong mampu, informasi menjadi kebutuhan primer yang harus terpenuhi. Kenutuhan informasi dapat dipenuhi melalui media radio, televisi, cetak elektronik (internet), komunikasi telepon, dan lain sebagainya. Tidak demikian halnya bagi masyarakat yang masih tergolong primitive atau ekonomi rendah, informasi yang dibutuhkan bersifat local, tradisional tidak perlu ada sentuhan teknologi informasi berbasis computer dan lebih banyak berorientasi pada mempertahankan kelangsungan hidup. Persoalannya adalah bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan informasi secara mandiri sementara kemampuan pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana teknologi informasi masih relative kecil. Kemandirian, fasilitas pemerintah (infrastruktur), penggunaan bersama sumber daya informasi, kemitraan public-privat menjadi warna pengembangan pemanfaatan teknologi informasi di masa depan.

 

Para ahli informasi mengajukan persyaratan agar informasi dapat dikatakan berkualitas, diantaranya sebagai berikut :

  1. Informasi harus akurat, substansi informasi yang disampaikan sama dengan fakta sebenarnya.
  2. Informasi yang tersedia hendaknya sesuai dengan kelompok sasaran yang diharapkan akan menggunakan informasi tersebut. Semakin sesuai informasi terhadap sasaran penggunaannya semaik efektif dan efisien. Dalam kasus website, sering dijumpai sajian informasi yang tidak sesuai dengan tujuan dari dibuatnya website itu sendiri atau kelompok pengguna yang ingin disasar.
  3. Informasi yang disajikan hendaknya selalu terbarukan sementara informasi lama masih dapat diakses oleh mereka yang memerlukan. Ketersedian teknologi informasi memungkinkan setiap kejadian dimanapun dalam waktu relative singkat dapat diketahui oleh orang-orang diseluruh dunia.
  4. Informasi harus relative murah sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu memperolehnya.
  5. Mudah dimengerti baik arti, maksud dan tujuannya.

 

Beberapa hal yang berkaitan dengan proyeksi kebutuhan informasi dimasa mendatang dan dilengkapi dengan sarana manajemen baru, yaitu :

  1. Individu atau organisasi hendaknya menentukan apakah sudah waktunya memiliki sarana akses informasi dan layak mengonsumsi konten informasi tertentu, meskipun ketersediaan teknologi teknologi informasi dapat mendorong inovasi untuk menghasilkan produk baru atau proses produksi baru harus didasari ketersediaan dibidang ekonomi dan manajemen untuk meningkatkan kejahteraan.
  2. Membuat teknologi informasi seefisien mungkin untuk mengotomatisasikan kegiatan-kegiatan rutin, melakukan program ulang dan memberikan umpan balik yang mudah dicerna.
  3. Proses keterbukaan dalam tata kelola organisasi agar sajian informasi tetap memiliki dampak positif.
  4. Melakukan transformasi perubahan-perubahan infrastruktur, dapat berupa pengelompokan unit-unit kerja atau penambahan/pengurangan bagian yang diperlukan atau tidak dibutuhkan lagi.
  5. Melakukan pembangunan tata kelola dibidang pengetahuan yang pada masanya akan memfasilitasi kemenangan dalam persainga teknologi informasi.

 

Pengembangan dibidang teknologi informasi diarahkan pada perluasan infrastruktur mencangkup telekomunikasi internet dan computer agar terjangkau oleh seluruh lapusan masyarakat. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan kehidupan berdemokrasi. perkembangan teknologi informasi akan semakin meningkat bersamaan dengan penggunaannya, siring dengan makin bersanya porsi operasional bisnis yang dapat diotomatisasikan dengan penggunaan teknologi informasi dan dapat diperkirakan teknologi informasi akan terus berkembang mewarnai kehidupan dimasa yang akan datang.

 

Ada beberapa contoh teknologi informasi yang telah di kembangkan yaitu:

1)     Mind Reading adalah IBM, raksasa komputer dunia, yang menjanjikan dalam lima tahun kedepan mereka akan memiliki komputer yang mampu berinteraksi dengan manusia melalui fikiran. Manusia akan memakai headset yang dapat membaca gelombang fikiran dari otak yang kemudian mengirimkannya pada komputer.

2)     Realitas virtual melalui internet, teknologi internet akan memungkinkan orang-orang menggunakan semacam realitas virtual untuk berkunjung ke berbagai tempat dan negara.

Di realitas virtual ini, orang-orang bisa berkumpul dengan bebas tanpa harus bertemu secara fisik. Namun mungkin ada kendala di negara yang konektivitasnya terbelakang.
Hal itu akan mendefinisikan ulang relasi antara orang-orang di dunia. Di dunia baru ini, hanya akan ada sedikit diktator.

 

Teknologi memang bertujuan meningkatkan kemudahan hidup, akan tetapi bukan untuk berubah kepada kemudahan yang terbelenggu oleh ketidak produktifan yang menjerumuskan.teknologi juga dapat meningkatkan taraf dan kualitas peradaban manusia ke tingkat yang lebih baik.maka untuk semua itu harus di ikuti dengan landasan pemikiran yang kuat agar tidak merugikan manusia itu sendiri. kita juga harus banyak belajar mulai sekarang tentang teknologi masa kini agar tidak ketinggalan atau di sebut “gaptek” tapi jangan memaksa untuk selalu bisa karena manusia mempunyai batasan untuk itu.

 

  1. D.    PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan
dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang
menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan
mutu kehidupan manusia. Sedangkan Teknologi Informasi (TI) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.

 

  1. A.    Dampak Positif:
  • Sebagai media yang dapat mempermudah cara berkomunikasi tanpa terhalang waktu dan tempat.
  • Media pertukaran data baik tulisan, gambar, suara, dan video dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  • Kemudahan memperoleh dan memberikan informasi baik informasi penting maupun yang bersifat tidak penting yang ada di internet sehingga kita dapat mengetahui apa saja yang sedang terjadi didunia.
  • Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
  • Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran / penjualan.
  • Mempermudah penyelesaian tugas-tugas atau pekerjaan.

 

  1. B.    Dampak Negatif
  • Maraknya situs penyebar gambar-gambar atau video yang bersifat pornografi, dan sangat berbahaya untuk anak-anak dibawah umur karena dapat merusak masa depan bagi para generasi muda.
  • Kekejaman baik perkataan maupun perilaku kasar juga banyak ditampilkan, seperti kata-kata yang tidak baik untuk dicontoh.
  • Banyaknya penipuan dan penjahat bermunculan terutama dalam kasus transaksi online.
  • Pencurian, baik pencurian data-data penting, gambar, dll yang bersifat privasi.
  • Carding, cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini.
  • Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya untuk mendapatkan uang dengan cara itu.
  • Munculnya budaya plagiarisme atau penjiplakan hasil karya orang lain.

 

Teknologi kian hari semakin canggih, sehingga akan membuat kita dituntut untuk memilikinya. Keinginan atau hasrat manusia untuk hidup serba instant membuat kita akan terus berfikir dan berusaha untuk mewujudkannya. Perkembangan teknologi pun akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan kita harus bisa memanfaatkan nya dengan sebaik mungkin dan jangan sampai merugikan kita.

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Di era saat ini masih banyak perusahaan tau organisasi yang masih belum bisa memaksimalkan penggunaan sistem informasi. Oleh sebab itu perlu adanya analisi pendekatan sistem kembali untuk menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi tersebut.

Terdapat  beberapa  pendekatan  untuk  merancangan dan mengembangkan  sistem,  yaitu: Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, pendekatan dari bawah ke atas, pendekatan dari atas ke bawah, pendekatan sistem, pendekatan sepotong, pendekatan sistem menyeluruh, pendekatan moduler, pendekatan lompatan jauh, pendekatan berkembang.

Dalam   pengembangan   sebuah   sistem,   kita   mengenal   konsep   SDLC (system  development  life  cycle). Secara umum,   tahapan   SDLC   meliputi   proses   perencanaan,   analisis,   desain   dan implementasi. Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

Dalam suatu metodologi pengembangan sistem dibutuhkan alat dan teknik. Alat yang biasanya digunakan untuk metodologi sistem adalah gambar, grafik, kamus data, struktur inggris, pseudocode atau formulir-formulir untuk mencatat atau menyajikan data.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.

Teknologi informasi sampai saat ini terus berkembang pesat, dari jaman Prasejarah ditemukannya tulisan / gambar-gambar didinding-dinding gua. Masa sejarah ditemukannya tulisan, alat tulis, surat kabar, dan sistem pos. Hingga masa modern ditemukannya mesin-mesin pengantar teknologi informasi baik dari mesin telegraf, fotokopi, mesin ketik, faximile, telepon, handphone hingga komputer.

Seiring Berjalannya Waktu Teknologi komputer semakin Berkembang, Dimulai dari Mesin penghitung sederhana (Manual), Mekanis, Sampai Pada Era Elektronis. Dan Pada Era Elektronis ini Perkembangan Komputer sangat pesat.  Mulai Generasi I, Generasi Ke II Dengan ditemukannya transistor, IC.  Sampai Generasi VI Yang dapat Menyimpan miliyaran transistor dalam satu chip yang memungkinkan proses lebih cepat, panas berkurang. Hingga Generasi V yang lebih efektif dan efisien. Seiring bertambahnya waktu, ukuran Komputer semakin kecil dengan proses yang lebih cepat dan jumlah memory yang semakin besar.

          Berbagai macam dampak-dampak yang mucul akibat perkembangan teknologi informasi, baik dampak positif (Mempermudah penyampaian informasi, kemudahan bertransaksi / berbisnis, berkomunikasi dengan cepat dan mudah tanpa harus bertemu) maupun dampak negatif (Munculnya kejahatan / penipuan, penjiplakan hasil karya orang lain).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Jogiyanto Hartono. 1999. Pengenalan computer, dasar ilmu computer, pemrograman, sistem informasi dan itelegensi buatan. Penerbit : Andi offset.

Beekman, G dan Rathawohi. 2000. Computer Canfluence : Exploring Tomorrow’s Technology. Prentice Hall.

http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/20/7-langkah-membangun-sistem-informasi/

Permata, Mita Mulya. 2007. Desain dan Implementasi Sistem Informasi Kepala Jurusan pada Perguruan Tinggi Raharja. Skripsi. Tangerang : STMIK Raharja

Nugroho, Adi.2005. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metoda Berorientasi Objek. Eedisi Revisi. Bandung : Informatika

Djunid, Amsal. 2008. Manajemen Proyek Pengembangan Sistem..Tesis S2, Yogyakarta.

http://afranmf.blogspot.com/2011/04/peranan-metode-pengembangan-system.html

http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/

http://www.anneahira.com/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-di-indonesia.html

http://computers-inc.blogspot.com/2012/03/pengertian-teknologi-informasi.html

http://www.sejarah-komputer.com/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: